You Are Here » Upgrading

Upgrading Klinik Bersalin Menjadi Rumah Sakit Bersalin


[image]Upgrading Klinik Bersalin menjadi Rumah Sakit Bersalin

Fenomena bisnis klinik bersalin yang daiwali dengan “praktik kebidanan” pribadi maupun praktek pribadi oleh dokter spesialis kebidanan semakin marak akhir-akhir ini.

Awalnya “usaha” ini dumulai dengan pelayanan melahirkan di tempat praktek dengan pelayanan ODC, dengan asumsi “hanya” kelahiran normal saja yang dilayani, untuk kelahiran diluar itu mereka rujuk pada klinik atau rumah sakit yang tingkat pelayanannya lebih luas.


Fasilitas fisik/infrastruktukur bangunan biasanya belum dipertimbangkan unsur-unsur standarisasi baku dari sebuah pelayanan kesehatan yang dipersyaratkan oleh departemen kesehatan, namun kita juga sudah melihat betapa usaha untuk mengarahkan kearah yang dikehendaki oleh depkes semakin konsisten, pelatihan-pelatihan kebidanan, peninjauan ke tempat praktek bidan, adanya undang-undang praktek kebidanan dan seterusnya, merupakan bukti nyata adanya perhatian atas “keselamatan pasien” yang sangat diperhatikan oleh pemerintah.


Di Daerah Istimewa Yogyakarta, ada beberapa RB yang statusnya kini telah berubah menjadi Rumah Sakit, perubahannya pun atas usaha dari pemiliknya untuk meningkatakan pelayanan dan peningkatan Income guna “menghidupi” keberlangsungan institusinya.

Salah satu rumah sakit bersalin yang cukup terkenal di wilayah Yogyakarta, dimiliki oleh seorang bidan, dan kini sudah memiliki ruang perawatan yang relative banyak dan “mempekerjakan” dokter spesialis kebidanan dan spesialis anak” sebagai “rentetan bisnis opportunity” yang mereka aplikasikan dalam operasionalisasi bisnisnya.


Bila kita mengamati dari dekat, proses “berjalannya” organisasi dari beberapa rumah sakit tersebut masih semi konvensional, dimana marketingnya masih “dibiarkan” berjalan sendiri dan dilakukan oleh pasien (word of mouth) self marketing dari pasien ke calon pasien lain, dan atau dokter spesialisnya yang “membawa” pasien ke rumah sakit tersebut.


Sejatinya bisnis klinik bersalin “kurang” efektif dijalani karena income yang didapat sangatlah terbatas dan besarannya pun stagnan, klinik yang tidak dilengkapi dengan revenue center lainnya hanya akan “berjalan” di tempat, dan pas-pasan, antara income dan pengeluaran, semakin banyak jumlah pasien semakin besar operasionalnya.


Bagiamana agar klinik bersalin dapat lebih optimal?  Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan status klinik tersebut menjadi rumah sakit, memang diperlukan tambahan modal yang relative besar, asumsikan peningkatan jumlah tempat tidurnya mencapai 50 bed, dan tentu saja pelayanannya harus bertambah misalnya pelayanan terhadap pasien bayi dan anak. Kelengakaan alat penunjang (USG), ruang khusus melahirkan yang memenuhi syarat dan nyaman, ruang perawatan dan ruang Operasi sangatlah diperlukan untuk meningkatkan pendapatan. Agar pelayanannya sampai pada tingkat paripurna harus disediakan unit ICU dan Laboraturium.



Infrastruktur Rumah Sakit Bersalin

Unit Gawat Darurat 24 Jam, unti ini sebagai gerbang pertama penerimaan pasien dan merupakan penyuplai pasien rawat inap, dalam prakteknya semua pasien diterima dengan prosedur baku life saving, klasifikasi pasien inpanya dapat dirujuk kerumah sakit lain.

Disediakan poli kebidanan dan poli penyakit anak serta pelayanan khusus imunisasi, dengan clinical path way yang konsisten dan ditetapkan sebagai SOP,  sehingga penegakan diagnosanya menjadi akurat, sekaligus meningkatkan utilitas peralatan, yang hasil akhirnya meningkatkan income rumah sakit.


Adanya fasilitas perwatan VIP, walaupun hanya dua atau tiga ruangan, hal ini untuk mempersipakan “kalangan tertentu” yang menginginkan kenyamanan dan prifasi. Dari ruang vip ini income yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai subsidi silang pada unit pelayanan lain yang factor sosialnya lebih tinggi (misalnya kelas tiga), dalam pelayanan kelas tiga ini apabila penetepan tarifnya tidak hati-hati dan tidak menghitung unit cost secara cermat, justru dapat menjadi “beban” rumah sakit.


Ruangan operasi dan sterilisasi yang memadai adalah mutlak disediakan guna meningkatkan image rumah sakit dan meningkatkan confidence dokter yang melakukan operasi ditempat tersebut. Dan perlu diingat bahwa income dari Ruang Operasi dapat mempercepat ROI rumah sakit tersebut, menentukan tariff ruang operasi harus dihitung berdasar unit cost dan tentu saja mempertimbangkan harga jual pesaing di area tersebut.

Keberadaan ruang opersai pada umumnya berkaitan langsung dengan adanya fasilitas ICU, demikian halnya dengan ICU harus dipersipakan peralatan yang memenuhi standard agar pelayanannya dapat terpenuhi tanpa harus merujuk ke tempat lain.


Ruang-ruang perawatan harus dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi yang memadai dan selalu dijaga kebersihannya agar pasien merasa nyaman.

Konsep one room one patient lebih direkomendasikan, tentu saja dibuat design yang komprenhensif dan pembeda tariff nya hanya berdasar fasilitas didalamnya, dan pengalaman membuktikan, pada umumnya pasien lebih senang dirawat di ruangan yang terpisah dengan pasien lain dan dapat ditunggui keluarganya sendiri, apalagi untuk pasien ibu melahirkan.

 

Yang tidak kalah pentingnya adalah pengelolaan rekam medis yang up to date sebagai sarana evalusai arah kebijakan managemen rumah sakit, product knowledge dari staff pelayanan dan jiwa marketer dari dokter dan staff di rumah sakit tersebut akan mendongkrak brand image Rumah Sakit tersebut.


Apabila semua fasilitas dasar tersebut diatas terpenuhi dan didukung fasilitas peralatan standard yang  harus ada serta sdm pelaksana yang kompeten, tidak perlu menunggu waktu terlalu lama, peningkatan jumlah pelanggan akan secara signifikan meningkat.


Selamat mencoba dari sekarang, info lebih detail dipersilahkan mengirim email pada kami (konsultanrumahsakit@yahoo.com)

« Kembali

Support Online

Konsultasi Terbaru

  • Nisful Mahdi

    Salam hormat kami,
    Mohon info mungkin punya contoh dokumen HBL bisa kami dapatkan...trim,s ...

  • andi

    assalamualaikum bpak mau tanya saya rencana mau membuka rsia dengan kapasitas bed yang kecil dulu antara 20-30 bed kira2 butuh dana min.berapa ya pak dan bolehkah saya contoh proposal,fd,fs untuk lbih ...

  • puji hartoyo

    pak, saya mohon info untuk biaya pendampingan JCI untuk rumah sakit berapa ? ...

  • Mawardi

    Ass.ww. terima kasih atas tersedianya forum konsultasi ini, semoga bermanfaat bagi pengelola rumah sakit..
    ntuk memenuhi syarat penetapan kelas D bagi RSU swasta harus ada 2 dari 4 dr spesialis dasar ...

  • Mawardi, RSU BKM

    RSU BKM sedang dalam pengurusan penentuan kelas RS pada Dinkes Provinsi (waktunya agak lama),masa berlaku izin sementara habis, dan sudah direkomendasikan oleh Dinkes Kabupaten untuk perpanjangan izin ...

  • Harrie

    Assalamualaikum Bapak & Ibu Yth,
    Untuk lebih mempercantik Rumah Sakit Anda, Saya menawarkan produk Handrail, Wall Guard, Corner Guard & Grab Bar dari bahan Aluminium yang dilapis PVC, Bagi yang memb ...

  • Toto SB

    Selamat sore pak

    Saya mohon informasi serta petunjuk kalau Perusahaan yang core business nya Tambang, kemudian perusahaan tersebut punya fasilitas Rumah sakit type C, berdasrkan infomasi ada undan ...

  • prap

    Bagaimana urutan pendirian RS , pengembangan dari Puskesmas, mohon berapa kira-kira biaya konsultannya, mohon bantu dasar hukum persyaratan perlengkapan RS ...

  • road falah

    Assalamualaikum, bapak kami punya rencana untuk mendirikan rumah sakit bersalin, apakah bapak mempunyai contoh proposal pendirian rumah sakit? terimakasih:) ...

  • tina casriyanti

    salam,sy dr penyalur alat laboartorium,bila ada rekan yang butuh pendanaan untuk bikin ruma sakit ,dan untuk KSO lab ,silakan kontak sy:081322421883. ...

Video